Senin, 15 Desember 2014

Makalah Managemen Keperawatan
Pendekatan kepemimpin dan manajemen dalam keperawatan 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keperawatan pada saat ini tengah mengalami beberapa perubahan mendasar baik sebagai sebuah profesi maupun sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat dimana tuntutan masyarakat pada keperawatan agar berkontribusi secara berkualitas semakin tinggi.
Sebagai sebuah profesi, keperawatan dihadapkan pada situasi dimana karakteristik profesi harus dimiliki dan dijalankan sesuai kaidahnya. Sebaliknya, sebagai pemberi pelayanan, keperawatan juga dituntut untuk lebih meningkatkan kontribusinya dalam pelayanan kepada masyarakat yang semakin terdidik, dan mengalami masalah kesehatan yang bervariasi serta respon terhadap masalah kesehatan tersebut menjadi semakin bervariasi pula. Oleh karena itu, pada saat ini diperlukan kepemimpinan yang mampu mengarahkan profesi keperawatan dalam menyesuaikan dirinya ditengah-tengah perubahan dan pembaharuan sistem pelayanan kesehatan. Kepemimpinan ini sekiranya yang fleksible, accessible, dan dirasakan kehadirannya, serta bersifat kontemporer.
Mc. Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan individu secara keseluruhan yang selalu mengadakan interaksi dengan dunia individu lainnya. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari perilaku orang lain. Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang tersebut. Bawahan sangat tergantung pada pimpinan dan berkeinginan untuk diperlakukan adil. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki oleh kedua belah pihak.Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional.



B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kelompok berkeinginan untuk menyusun makalah  tentang pendekatan kepemimpin dan manajemen dalam keperawatan

C.    Tujuan Penulisan
1.    Tujuan Umum
Untuk mengetahui pendekatan kepemimpin dan manajemen dalam keperawatan
2.    Tujuan Khusus
a.    Untuk mengetahui tentang perbedaan kepemimpinan dengan manajemen
b.    Untuk  mengetahui sejarah perkembangan teori manajemen dan kepemimpinan
c.    Untuk mengetahui evolusi teori kepemimpinan
d.   Untuk mengetahui kepemimpinan dan managemen beban keperawatan masa depan
e.    Untuk mengetahui pendekatan teoritis dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan
f.     Untuk mengetahui jenis keputusan
g.    Untuk mengetahui gaya pengambilan keputusan
h.    Untuk mengetahui tehnik pengambilan keputusan







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perbedaan kepemimpinan dengan manajemen
1.    Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah seni untuk meminta seseorang melakukan sesuatu yang anda yakini sebaiknya dikerjakan (Kouzes dan Posner, 1990 dalam Fundamental Nursing, 2005). Kepemimpinan berasal dari bahasa inggris “Leadership” dri kata Lead yaitu pergi. Pemimpin secara umum memiliki gambaran kemana akan pergi, suatu arah dimana seseorang dipengaruhi umtuk mengikuti. Pemimpin merupakan orang yang memperlihatkan cara dan telah mendapatkan gambaran jelas rentang sesuatu.
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan (George R. Terry yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu (G.L.Feman & E.K.aylor, 1950)
2.    Definisi manajemen
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana di dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant & Massey, 1999)
Manajemen didefinisikan sebagai suatu proses dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain (Gillies, 1986).
1.Perbedaan antara kepimpinana dan Manajemen dari segi tugas dan fungsinya
  • Kepemimpinan:
  1. Mengarahkan pada kemampuan individu
  2. Merupakan kualitas hubungan
  3. Diarahkan untuk mencapai keinginan
  4. Bersifat hubungan personal
  5. Menggantungkan diri pada sumber yang ada pada dirinya
  • Manajemen:
  1. Mengarahkan pada sistem dan mekanisme
  2. Merupakan fungsi status kewenangan
  3. Diarahkan untuk mencapai tujuan
  4. Bersifat hubungan inpersonal
  5. Menggantungkan diri pada daya dan dana yang ada
2. Perbedaan antara kepimpinana dan Manajemen dari segi pengangakatan
  • Pemimpin :
  1. Diangkat oleh pengikut
  2. Mengandalkan kewibawaan personal
  3. Bertindak sebagai pencetus ide
  4. Bertanggungjawab pada bawahan
Bagian dari pengikut
  • Manajer :
  1. Diangkat oleh kekuasaan
  2. Mengandalkan kewibawaan posisi
  3. Bertindak sebagai penguasa
  4. Bertanggung jawab pada atasan
  5. Bagian dari oganisasi

3. Perbedaan Sikap dan Cara Berpikir
—  Pemimpin :
1. mencari alternatif baru
2. mengembangkan problem sebagai suatu tantangan
3. menemukan solusi kreatif
4. menghargai pembaruan, cara baru dan tidak terlalu terikat pada aturan.
5. berpikir divergent
Manajer
1. menurut pada atasan
2. menggunakan cara pada umumnya
3. menemukan satu cara saja
4. mengekor pada orang lain
5. tertib untuk menghasilkan duplikasi kerja
6. mengatur orang berdasarkan aturan
7. berpikir konvergent
            
B.     Sejarah perkembangan teori kepemimpinan dan manajemen
Revolusi industri dan produksi massa diawal tahun 20an menandai awal dari teori kepemimpinan dan manajemen. Douglas McGregor pertengahan tahun 1960-an, dimana ia mengambarkan manajer melalui suatu keyakinan dasar yang dianut manajer (Hersey dan Blanchard, 1988). McGregor menggambarkan karakteristik kepemimpinan dari dua pandangan yang berbeda “Teori X dan Teori Y”.Manajer yang percaya pada teori X mengasumsikan orang pada dasarnya tidak suka bekerja dan sedapat mungkin akan menghindari pekerjaan. Manajer harus memberi dorongan pada pekerjaanya untuk bekerja dengan cara mengatur dan mengontrol serta memberi ancaman berupa hukuman pada pekerjanya. Teori X menyakini bahwa pekerja memilih dikontrol dan diatur,memiliki ambisi yang kecil, menolak tanggung jawab pribadidan hanya dimotivasi oleh jaminan pekerjaan.
Pada teori Y manajer percaya bahwa bekerja adalah suatu hal yang alamiah bagi pekerjanya sebagaimana bermain. Teori Y menyakini bahwa pekerja memiliki kontrol diri dan akan terlibat dlam aktivitas pencapaian tujuan. Pekerja mampu untu sukses dan mencari tanggung jawab dalam pemecahan masalah (Dalam Fundamental of Nursing, 2005).
Daftar Asumsi dari Teori X dan Teori
Daftar Asumsi dari Teori X dan Teori Y
Teori X
Teori Y
Bekerja merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan
Bekerja sama alamiahnya dengan bermain bila kondisi menyenangkan
Kebanyakan orang tidak ambisius, memiliki keinginan yang kecil untuk bertanggung jawab dan cendrung untuk diarahkan
Kontrol  merupakan hal yang penting dalam mencapai tujuan organisasi
Kebanyakan orang memiliki kapasitas yang kecil untuk melahirkan kreativitas dalam mengatasi masalah organisasi
Kapasitas untuk berkreativitas dalam mengatasi masalah organisasi secara luas terdistribusi dalam kelompok
Kebanyakan orang harus dikontrol dan seringkali harus diingatkan untuk mencapai tujuan organisasi
Orang dapat melakukan pengaturan diri dan kreatif dalam melakukan pekerjaan bila termotivasi baik
Dari Hersey P,Blanchard. Management of organizational bahavior: Utilizing human resources,ed.5.Englewood Cliffs, 1988, Prentice-Hall dalam Fundamental Of Nursing

Table :  Sejarah Perkembangan Teori  Manajemen
Periode Waktu
Aliran Manajemen
Kontributor
1870-1930
Manajemen Ilmiah
Fedrick w taylor
Frank dan Lilian Gilbreth
Henry Gannt
Harington
Emerson
1900-1940
Teori Organisasi Klasik
Henti Fayol
Jame J Mooney
1930-1940
Hubungan manusiawi
Hawthorne Studies
Eltion Mayo
Fritz Roenhlisberger
Hugo Monsterberg
1940- Sekarang
Manajemen Modern
Abraham Maslow Chris Argyris, Douglas Mcgregor, Edgar schien, David Mcclelend, Robert Blake dan Jane Mauton ,Ernest Dale, Peter Drucker dan sebagai nya, serta ahli - ahli operation research( Management science)
.          
C.    Evolusi teori kepemimpinan
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
1)        Teori Sifat, Teori ini mengidentifikasikan karakteristik khas (fisik, mental, kepribadian) yang dikaitkan dengan keberhasilan kepemimpinan. Teori ini menekankan pada atribut-atribut pribadi dari para pemimpin dan mendasarkannya pada asumsi bahwa beberapa orang merupakan pemimpin alamiah dan dianugrahkan beberapa ciri yang tidak diperoleh oleh orang lain. Teori ini menyatakan bahwa keberhasilan kepemimpinan dikarenakan kemampuan luar biasa dari seorang pemimpin.
a)        Intelegensia, Ralph Stogdill (1992) mengemukakan bahwa para pemimpin lebih pintar daripada pengikutnya. Dan perbedaan intelegensia yang terlalu ekstrem dapat menimbulkan suatu gangguan
b)       Kepribadian, Sifat kepribadian seperti kesiagaan, keaslian, integritas pribadi dan percaya diri diasosiasikan dengan kepemimpinan yang efektif
c)        Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial, Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya
d)       Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi, Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien
e)        Sikap Hubungan Kemanusiaan, Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
2)        Teori Kepribadian perilaku
a)    Studi dari University Michigan, Telaah yang dilakukan oleh Unversitas Michigan tentang kepemimpinan dengan melokasikan karakteristik perilaku kepemimpinan yang dikaitkan dengan tingkat keefektifian kinerja. Melalui penelitian mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu:
·      Pemimpin yang Job-Centered, Pemimpin berorientasi pada tugas dan menerapkan pengawasan yang tegas dengan prosedur yang telah ditentukan. Pemimpin ini mengandalkan kekuatan paksaan, imbalan dan hukuman untuk mempengaruhi sifat-sifat dan prestasi pengikutnya
·      Pemimpin yang berpusat pada bawahan, Mendelekasikan pengambilan keputusan pada bawahan dan membantu pengikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan menciptakan lingkungan kerja yang suportif. Pemimpin yang berpusat pada karyawan memiliki perhatian akan kemajuan, pertumbuhan dan prestasi pribadi pengikutnya.
b)   Studi dari ohio State University, Program penelitian di Ohio State University menghasilkan dua perkembangan teori dua factor dari kepemimpinan yaitu:
·      Membentuk struktur, Melibatkan perilaku di mana pemimpin mengorganisasikan dan mendefinisikan hubungan-hubungan di dalam kelompok, cenderung membangun pola dan saluran komunikasi yang jelas, dan menjelaskan cara-cara mengerjakan tugas yang benar. Pemimpin yang memiliki kecenderungan membentuk struktur tinggi akan berorientasi pada tujuan dan hasil
·      Konsiderasi, Melibatkan perilaku menunjukan persahabatan, saling percaya, menghargai, kehangatan, dan komunikasi antara pemimpin dan pengikunya. Pemimpin dengan konsiderasi yang tinggi menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan partisipasi.
3)        Teori kepemimpinan Situasional
Teori ini menyatakan bahwa pemimpin memahami perilakunya, sifat-sifat bawahannya, dan situasi sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini mensyaratkan pemimpin untuk memiliki keterampilan diagnostic dalam perilaku manusia

D.    Kepemimpinan dan manajemen beban keperawatan masa depan
Kepemimpinan keperawatan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pasien meskipun mereka kelihatannya jauh dari pasien. Para pemimpin keperawatan melakukan kontak dengan pasien secara langsung maupun tidak langsung.  Stomer (1985) mengemukakan sebaiknya seorang pemimpin keperawatan / manager keperawatan mendorong stafnya untuk melaksanakan melalui:
1.    Membuat kebijaksanaan yang jelas dan mendorong perilaku etikal
2.     Tanggung jawab kepemimpinan
3.     Menyebarluaskan kode etik melalui teknik kerja yang aktif
4.    Mendorong staf untuk menambah pengetahuannya melalui kursus-kursus, pelatihan atau pendidikan keperawatan berkelanjutan.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin keperawatan yang sukses adalah sebagai berikut:
1.        Meluaskan pandangan hari ini kemasa depan
2.        Mengetahui posisi diri Sensitif terhadap masalah dan melihat pengaruhnya
3.        Mengikuti  kecenderungan / perubahan-perubahan
4.         Mempelajari alat / hal-hal yang harus dikuasai
5.        Berfikir terus-menerus
6.        Pendengar yang baik
7.        Mempelajari peraturan
8.        Mencegah merendahkan orang lain.
9.        Mengembangkan keadaan yang tidak menentang
10.    Belajar mempercayai
11.    Meningkatkan harga diri
12.     Gembira
13.     Berusaha untuk maju
14.    Menjadi seorang pemimpin.
Dengan demikian seorang pemimpin keperawatan harus memahami kunci-kunci keterampilan dalam manajemen keperawatan antara lain:
1.      Keterampilan berkomunikasi.
2.      Keterampilan memberi motivasi kepada staf.
3.      Keterampilan kepemimpinan.
4.      Keterampilan mengatur waktu.
5.      Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan

E.     Pendekatan teoritis dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan
Pendekatan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan yaitu :
1.    Pendekatan standar moral, Pendekatan standar moral untuk analisis dampak stakeholder yang dibangun langsung pada kepentingan mendasar dari stakeholder. Hal ini lebih fokus dan memimpin pengambil keputusan untuk analisis yang lebih luas sebagai tantangan pertama dari keputusan yang diusulkan.
2.    Pendekatan pastin, Pastin menggunakan konsep etika aturan dasar untuk apture gagasan bahwa individu dan organisasi memiliki aturan-aturan dasar atau nilai-nilai fundamental yang mengatur perilaku mereka atau perilaku yang diinginkan. Jika keputusan dipandang menyinggung nilai-nilai ini, ada kemungkinan bahwa disenchamtment atau relatiation akan terjadi


F.     Jenis keputusan
  1. Keputusan Terprogram, Merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. Contoh keputusan terprogram adalah aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost
  1. Keputusan Tidak Terprogram, Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik
Contoh: Dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada.

G.    Gaya pengambilan keputusan
Empat gaya pengambilan keputusan, yaitu:
1.      Gaya mengarahkan. Orang yang menggunakan gaya ini memiliki toleransi rendah terhadap ambiguitas dan bersikap rasional dalam cara berpikirnya. Mereka itu efisien dan logis. Jenis mengarahkan membuat keputusan secara cepat dan memusatkan perhatian pada jangka pendek. Kecepatan dan efisiensi mereka dalam membuat keputusan sering mengakibatkan mereka mengambil keputusan dengan informasi minimum dan dengan menilai sedikit alternative saja
2.      Gaya analitis. Pembuat keputusan gaya ini mempunyai jauh lebih banyak toleransi terhadap ambiguitas daripada jenis mengarahkan. Mereka menginginkan lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan dan merenungkan lebih banyak alternative daripada pengambil keputusan yang bergaya mengarahkan. Para pengambil keputusan analitis paling baik di cirikan sebagai pengambil keputusan yang hati – hati dengan kemampuan untuk beradaptasi atau menghadapi situasi – situasi yang unik
3.      Gaya konseptual. Individu – individu dengan gaya konseptual cenderung amat luas pandangan mereka dan akan melihat banyak alternative. Mereka memusatkan perhatian jangka panjang dan sangat baik dalam menemukan pemecahan kreatif atas sejumlah masalah
4.      Gaya perilaku. Para pengambil keputusan gaya ini sangat baik dalam bekerjasama dengan orang lain. Mereka menaruh perhatian pada prestasi anak buah dan sangat suka menerima saran dari orang lain. Seringkali mereka menggunakan rapat untuk berkomunikasi meskipun mereka berusahamenghindari konflik. Penerimaaan oleh orang lain itu penting bagi para pengambil keputusan yang bergaya perilaku.




H.    Tehnik pengambilan keputusan
Teknik pengambilan keputusan adalah suatu proses penyelesaian akhir suatu masalah yang dibicarakan dlam setiap jenis rapat. Ada beberapa Teknik pengambilan keputusan yaitu:
1.    Teknik Brainstorming, teknik brainstorming dipopulerkan oleh Alex F.Osborn dalam bukunya Applied Imagination. Orang menggunakan istilah brainstorming untuk mengacu pada proses untuk menghasilkan ide-ide baru atau proses untuk memecahkan masalah. Teknik brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik.Kegiatan ini medorong munculnya banyak gagasan termasuk gagasan yang liar, berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yanng kreatif. Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama.
Jika kita menggunakan teknik brainstorming dalam rapat lakukan langkah-langkah berikut :
a)      Tuliskan permaslahan dipapan tulis. Jelaskan maslah tersebut sehingga seluruh peserta rapat memiliki persepsi yang sama
b)      Persilakan peserta menyampaikan gagasannya, jangan ada kritik, sanggahan atau evaluasi apapun alasannya
c)      Munculkan sebanyak mungkin gagasan. Gunakan gagasan orang lain untuk merangsang gagasan kita sendiri dan gunakan gagasan yang liar, norakdan berani untuk merangsang gagasan yang lebih baik
d)     Setelah sejumlah gagasan diperoleh lakukan evaluasi kriitis terhadap gagasan yang ada, pilihlah gagasan yang terbaik
e)      Lakukan aksi untuk merealisasikan gagasan tersebut
2. Teknik Delphi, Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Dalam metode Delphi, sekelompok ahli terpilih membentuk panel yang akan menghasilkan jawaban konsensus terhadap pertanyaan yang diajukan ke mereka. Metode Delphi tidak memasukkan diskusi tatap muka,oleh karena itu terhindar dari ketegangan diskusi kelompok.
3. Teknik kelompok Nominal, Teknik kelompok nominal (selanjutnya dipakai singkatan TKN) adalah salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan yang lebih jarang dipakai dibanding dengan teknik sumbang saran. Teknik ini dikembangkan oleh Dellbecq dan Van de Ven pada tahun 1968 (Delbecq, et all., 1975), dimaksudkan sebagai suatu cara untuk mengumpulkan pandangan dan penilaian perorangan dalam suasana ketidakpastian dan ketidaksepakatan mengenai inti persoalan suatu masalah, lalu mencari jalan penyelesaian yang terbaik.



DAFTAR PUSTAKA
Wiyono, Djoko.1997.Manajemen    kepemimpinan    dan    organisasi   kesehatan.Surabaya: Airlangga University Press
La Monika Elaine L.1998.Kepemimpinan   dan  manajemen  keperawatan.Jakarta:EGC
Nursalam.2002.Manajemen Keperawatan; Aplikasi pada praktek perawatan profesional.Jakarta: Salemba Medika
Greenberg J. & Baron RA., 1996 Behavior in Organizations: Understanding & Managing The Human Side of Work, Prentice Hall International Inc., p: 283 – 322. (www.goegle.co.id



Tidak ada komentar:

Posting Komentar